oleh DD
2019-04-30 16:15:05   |   Kategori umum  |   Dibaca 52 kali

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja baik untuk memenuhi kebutuhan daerah, tingkat Nasional maupun Internasional.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan senantiasa memperbaiki kualitas pendidikan dengan menyesuaikan kebutuhan dunia usaha/industri yang saat ini memasuki revolusi industri 4.0, siswa dididik agar dapat meraih prestasi setinggi – tingginya sehingga siap kerja sesuai keterampilan yang dipersyaratkan di pasar kerja dalam maupun di luar negeri. Untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan pasar kerja tersebut, siswa SMK harus memiliki keahlian maupun keterampilan abad ke 21 sebagai bagian dari proses pengembangan sumber daya manusia (SDM), maka pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus mampu menghasilkan lulusan yang mampu berpartisipasi dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan mampu menunjukkan keahlian dan daya saing di kancah nasional maupun internasional. 

Sehubungan dengan hal tersebut, maka penyelenggaraan pendidikan di SMK harus senantiasa dapat bertujuan untuk membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan kompetensi teknis yang relevan sesuai perkembangan industri 4.0. Selain itu, lulusan SMK harus memiliki kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh setiap lulusan yang ditunjang dengan kemampuan softskill, antara lain kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, berinteraksi, serta kemampuan bekerjasama secara efektif dengan pihak lain. Aspek penunjang lainnya bagi lulusan SMK adalah karakter yang tangguh, mandiri, bertanggung jawab, kreatif dan berjiwa wirausaha.

 LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK tingkat Provinsi Jawa Timur yang ke 27 di Kabupaten Sidoarjo merupakan agenda tahunan yang diharapkan dapat menjadi ajang pembuktian kemampuan dan kompetensi siswa SMK dalam memasuki dunia kerja.

Dr. Syaiful Rahman selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengajak para kepala sekolah SMK untuk giat melakukan promosi ke bursa kerja."Jadi seorang kepala sekolah SMK itu beda dengan kepala sekolah SMA, harus bisa secara umum secara meluas menjual lulusannya itu dengan kualitas dan siap dengan tenaga-tenaga potensial,"katanya.

LKS 2019 tingkat Jawa Timur  berlangsung dari tanggal 13 s.d 17 April 2019 tersebut diikuti sebanyak 885 peserta SMK dari 38 Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur dengan melombakan 54 bidang. Sebelum mengikuti LKS tingkat Jatim, para peserta harus mengikuti tahapan seleksi yang digelar di empat wilayah kerja (wilker) MKKS. Hasil dari kejuaraan LKS tingkat Jawa Timur akan maju ke tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Yogjakarta pada tanggal 7 s.d 13 Juli 2019.